Pemkot Semarang Resmi Tutup Jalan Gombel Lama Untuk Perbaikan

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, jalan Gombel merupakan akses jalan utama untuk menghubungkan antara jalur Semarang bagian atas dan Semarang bagian bawah.

Jalan Gombel sendiri juga dibagi menjadi dua bagian, yakni Gombel lama dan Gombel baru.

Gombel lama merupakan jalan penghubung dari Semarang atas ke Semarang bawah.

Sedangkan, Gombel baru merupakan jalan penghubung dari Semarang bawah ke Semarang atas.

Jika dilihat secara keseluruhan, maka jalan Gombel yang paling bagus dan paling aman ialah jalan Gombel baru, karena jalannya sudah diperbaiki full aspal dan hampir tidak ada aspal yang rusak.

Sedangkan, Gombel lama adalah jalan yang paling rawan karena memiliki turunan yang sangat curam, jalan yang retak, aspal yang rusak, tidak ada pembatas jalan, dan tidak ada jalur keamanan bagi pengendara yang mengalami rem blong, sehingga kerap terjadi kecelakaan di jalan tersebut.

Karena kerap terjadi kecelakaan di jalan Gombel lama, akhirnya baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah resmi menutup total akses jalan Gombel lama untuk pembangunan dan rekontruksi.

Pemkot Semarang mengumumkan bahwa pembangunan dan rekontruksi jalan Gombel lama akan dimulai pada 20 April 2026.

Total ruas jalan Gombel lama yang akan dilakukan pembangunan dan rekontruksi ialah sepanjang 1,27 km.

Kementerian Pekerjaan Umum mengatakan, seluruh akses jalan Gombel lama akan resmi ditutup per hari ini, dan sementara akan diberlakukan dua jalur pada jalan Gombel baru..

Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan keselamatan para pengguna jalan dan mempercepat proses konstruksi.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, konektivitas jalan dan jembatan memang merupakan urat nadi kehidupan masyarakat, seluruh kegiatan perekonomian dan kegiatan umum masyarakat juga melalui jalur tersebut.

Oleh karena itu, pembangunan kembali dan rekonstruksi jalan Gombel lama perlu dilakukan, karena mengingat jalannya yang sudah tidak layak dan banyak memakan korban.

Kepala BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta Moch Iqbal Tamher mengatakan, dalam pelaksanaannya, maka tahap rekonstruksi akan mencakup dua bagian yakni berfokus terhadap titik rawan longsor dan perbaikan pengerasan aspal secara menyeluruh.

Menurut Moch Iqbal Tamher, jalan Gombel terletak dalam letak geologis yang labil, sehingga harus dilakukan perawatan khusus secara berkala.

Dalam proses rekonstruksi, jalan Gombel lama akan dibongkar total hingga pangkal, lalu diperkuat konstruksinya dengan bore pile kedalaman 28 meter dan mini pile pada beberpa titik tumpuan jalan.

Selain menggunakan sistem bore pile dan mini pile, untuk memperkuatnya lebih lagi, proses pengaspalan akan dilakukan sebanyak dua kali atau dua lapis, yakni pada lapis pertama AC-BC dengan ukuran 6 cm, dan AC-WC dengan ukuran 4 cm.

Pihak Kementerian Pekerjaan Umum mengumumkan bahwa proses pembangunan dan rekonstruksi jalan Gombel lama akan berlangsung selama kurang lebih 7 bulan.

Berikut merupakan rincian pengalihan arus lalu lintas selama masa pengerjaan rekonstruksi Gombel lama:
– Jl. Setiabudi (Gombel Baru) akan diberlakukan dua arah
– Pengguna jalan yang menggunakan kendaraan roda empat disarankan untuk lewat Tol Banyumanik-Jatingaleh untuk mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas.
– Alternatif rute bagi warga Tembalang dan mahasiswa UNDIP dapat melewati jalur baru UNDIP menuju jalur jalan Dr. Wahidin
– Alternatif rute khusus warga lokal Gombel dapat memutar sedikit di bawah Flyover Jatingaleh menuju ke Taman Teuku Umar lalu naik langsung ke jalan Gombel Lama dengan akses yang masih tersedia.

Berikut merupakan cuplikan video jalan Gombel Semarang:

@semarangprojects

Selamat Pagi dari Gombel Pantauan arus lalu lintas pagi ini pukul 08.00 di Gombel, Gombel baru sudah terpantau dibuat dua arah kondisi lancar, terpantau Jalan Gombel Lama masih dibuka dan bisa dilalui, tampak petugas kepolisian di lokasi, berikut updatenya. #semarang #semarangprojects #gombel #gombelsemarang #infosemarang

♬ original sound – @semarangprojects – @semarangprojects

Related posts